Penyakit Pada Koi, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Kata orang, memelihara Koi itu gampang-gampang susah. Seringkali Koi dan kolam sudah terlihat sehat dalam kondisi ideal seimbang. Namun ternyata tidak, penyakit tiba-tiba saja muncul entah dari mana, membuat Koi sakit dan tidak jarang mati.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering muncul pada Koi. Disertai dengan penjelasan mengenai gejala, penyebab dan cara pengubatan, mudah2an artikel ini bermanfaat dan membantu anda dalam merawat serta memelihara Koi.

Penyakit Koi

  1. Penyakit Leeches Pada Ikan Koi (Lintah)
  2. Penyakit Pembusukan sirip / Ekor Ikan Koi (Fin/Tail Rot)
  3. Penyakit Dropsy pada Ikan Koi (Tubuh Bengkak/Gembung)
  4. Penyakit WHITE SPOT atau ICH (Bintik/Bercak Putih)

1. ANCHOR WORM
2. BLACK SPOT (Bintik Hitam)
3. CARP POX
4. CLOUDY EYE (Mata Berkabut)
5. CUTS
8. FUNGUS DISEASE
9. GILL & SKIN FLUKES

11. VELVET DISEASE
12. WHITE SPOT or ICH (Bintik/Bercak Putih)

Ciri-ciri atau tanda-tanda Koi sakit

  • Koi yang sakit suka menyendiri/memisahkan diri dari kelompoknya,
  • Lemas sehingga mudah ditangkap,
  • Koi yang sakit menunjukkan tanda-tanda sering menggosok-gosokan (menggesek-gesekan) badan di dinding atau dasar kolam. Kemungkinan karena gatal kena jamur atau kutu.
  • Sering melompat (meloncat) seperti ikan lumba-lumba. Koi yang sakit sering lompat/loncat ke atas permukaan air, seolah-olah ingin menyingkirkan (menghempaskan) kutu atau jamur yang menempel di kulit/sisik,
  • Sisik rusak dan berwarna putih,
  • Perut bengkak (bentuk dan ukuran tidak normal)

1. Gejala Koi kena Lintah

Ada lebih dari 250 spesies lintah dengan ukuran beragam, dari yang hanya berukuran beberapa millimeter hingga yang ukurannya centimeter yang membuatnya mudah dilihat dengan mata. Lintah melekatkan dirinya pada inang dan menghisap darah dalam jumlah banyak. Ini tentunya akan melemahkan koi. Lintah bisa juga membawa flagellate yang bisa menyebabkan penyakit tidur yang membahayakan koi. Penyakit tidur akan membuat koi terlihat lesu. Luka bekas lintah pada badan koi akan menarik bakteri atau jamur, sehingga bisa meningkatkan resiko infeksi lebih lanjut.

Cara Pengobatan/Perawatan Koi yang Terkena Lintah

Jika anda melihat lintah di badan koi, segeralah pindahkan koi dari kolam dan rawat dalam air garam. Dengan begitu lintah akan berjatuhan sendiri, atau cengkeramannya akan melonggar sehingga bisa mudah dipindahkan dengan penjepit. Selanjutnya luka pada koi bisa dirawat dengan cara penanganan yang sama untuk luka sayat (cuts).

Jika kolam ikan punya masalah serius dengan lintah, mungkin lebih baik untuk memindahkan dulu koi ke tempat lain dan bersihkan kolam dengan pemutih (kaporit/kalsium hipoklorit) atau produk sejenis. Ini karena produk pembersih yang ada di pasaran tidak selalu manjur. Perlu diingat juga bahwa tumbuh-tumbuhan di kolam bisa menjadi sarang lintah, jadi periksalah secara seksama.

Setelah kolam dikeringkan dan dibersihkan, isi kembali kolam dengan air dan biarkan selama 5-10 hari dengan filter menyala agar seluruh sistem bisa dibersihkan secara sempurna. Ketika memindahlan lagi koi ke dalam kolam, sempatkan untuk memerika lagi koi apakah ada tanda-tanda penyakit.

2. Penyebab Fin/Tail Rot (Pembusukan Sirip/Ekor) pada Koi

Pembusukan sirip/ekor disebabkan oleh bakteri parasit. Penyakit ini harus dirawat dengan benar agar pembusukan tidak makin meluas di badan koi. Pada tahap awal infeksi, membran yang menghubungkan tulang sirip ikan menjadi buram dan mulai membusuk. Tulang sirip pun pada akhirnya ikut terpengaruh dan mulai membusuk juga. Infeksi akan terus menyebar sepanjang sirip atau ekor hingga akhirnya mencapai badan koi. Dalam keadaan ini (badan ikut membusuk) kebanyakan koi akan mati.

Pembusukan sirip biasanya dikaitkan dengan perawatan ikan yang kurang baik atau kondisi air yang kotor (biasanya penyaringan air kurang baik dan jarang dibersihkan).

Perawatan dan Pengobatan Koi yang Terkena Fin/Tail Rot

Jika masih pada tahap awal, koi bisa segera dirawat dengan menggunakan produk anti-bakteri yang tersedia di pasaran. Pengobatan dengan perendaman menggunakan garam bagi ikan-ikan yang toleran terhadap garam atau dengan menggunakan phenoxyethanol sering efektif dalam mengatasi infeksi bakteri dan juga serangan sekunder seperti jamur.

Gentian violet dapat juga digunakan terutama bila pengobatan dengan bahan lain dirasakan kurang efektif. Tapi yang terpenting adalah memastikan kondisi air bagus sebelum melakukan perawatan dengan produk anti-bakteri di kolam. Kalau tidak, usaha yang dilakukan bisa sia-sia. Jika pembusukan sudah terlampau berat, mungkin perlu bantuan dokter hewan untuk menyingkirkan bagian sirip koi yang membusuk.

4. Gejala atau Tanda-tanda Koi terkena Penyakit Bercak/Bintik Putih (White Spot/Ich)

Penyakit bercak/bintik putih ini merupakan salah satu penyakit yang umum dijumpai dan bisa berakibat fatal pada ikan. Bahkan bisa mengakibatkan kematian pada koi berukuran kecil, terutama jika populasi kolam ikannya padat.

Tanda penyakit ini adalah bercak-bercak putih di sekitar sirip dan badan ikan, berukuran kurang dari 1mm. Gejala yang tampak selain bercak putih adalah Koi lemas sehingga mudah terkena infeksi sekunder.

Penyebab Penyakit Bercak Putih (White Spot/Ich) pada Koi

Penyebab bercak/bintik putih ini adalah ciliata kecil (sering disebut Lehthyoplithitius, yakni parasite yang memiliki rambut getar/cilia) yang berenang-renang di kolam ikan untuk mencari inang. Jika telah menemukan inang, mereka akan mengubur diri ke dalam lapisan dermis dimana mereka bisa memperoleh makanan untuk sel-sel tubuh mereka. Jika tidak segera menemukan inang dalam 24 jam, mereka akan mati. Setelah kira-kira 3 minggu, mereka akan jatuh dari inang dan bereproduksi dalam bentuk kista di dasar kolam.

Perawatan/Pengobatan terhadap Penyakit Bercak Putih (White Spot/Ich) pada Koi

Banyak jenis perawatan yang tersedia. Beberapa jenis perawatan ditujukan untuk menyerang/melumpuhkan ciliata ketika masih dalam fase berenang. Sementara yang lainnya langsung ditujukan untuk melenyapkan ciliata di badan koi. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan garam ikan 5 kg/ton air kolam atau dengan meningkatkan suhu diatas 25C. Perawatan mungkin perlu dilakukan secara berulang. Untuk tahu cara penanganan penyakit yang lebih tepat, alangkah lebih baik jika pemilik berkonsultasi dulu dengan pakar koi atau orang yang memang ahli di bidang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *