Mengenal Warna dan Pola Koi Showa Sanshoku

Sejarah Koi Showa Sanshoku

Koi jenis Showa, atau lengkapnya Showa Sanshoku, termasuk salah satu varian koi yang cukup banyak penggemarnya. Sanshoku jika diartikan berarti tiga warna. Ini merujuk pada warna ikan koi, yakni merah, hitam, dan putih. Sementara Showa adalah nama sebuah era kekaisaran Jepang pada tahun 1901-1989, dimana koi jenis ini mulai dikembangkan.

Secara historis, Showa barangkali adalah varian yang termuda. Awalnya Koi Showa mempunyai tampilan yang kurang menarik, memiliki hi kekuningan dan sumi yang biasa saja. Pada tahun 1965 Tomiji Kobayashi berupaya memperbaiki keturunan Showa dengan cara menyilangkan seekor Showa betina dengan pejantan Sanke dan Kohaku. Hasilnya adalah warna merah tua yang menyala, hitam yang mengkilap, dan kulit seputih salju, seperti yang kini banyak dijumpai.

Pola Koi Showa Sanshoku

Perkembangan Koi Jenis Showa Sanshoku

Dalam perkembangan Showa, setidaknya ada tiga hal yang perlu diketahui: Matsukawabake (akar dari koi jenis ini), Kobayashi Showa, dan Dainichi Showa. Jyukichi Hoshino menciptakan varietas Showa di tahun 1929. Dia mengembangkannya dari jenis Matsukawabake and Ki Utsuri. Sementara itu, peternak lain mencoba memperbaiki sumi-nya dengan memperkuat darah Matsukawabake. Matsukawabake adalah koi berwarna dasar hitam dengan pola sumi yang bisa berubah-ubah. Perlu diketahui bahwa Matsukawabake merupakan pondasi koi jenis Showa. Karenanya pula, Showa mempunyai pola sumi yang begitu dinamis yang bisa berubah-ubah.

Sekitar 30 tahun setelahnya, Kobayashi mengembangkan jenis yang dikenal sebagai Kobayashi Showa. Dia memberi pengaruh darah Kohaku pada varietas ini. Ia mengembangkan hi yang lebih terang, shiroji (dasaran putih) yang lebih memikat, dan hitam yang lebih mengkilap pada tubuh koi Showa. Showa Kobayashi pun menyabet juara pertama dalam sebuah pameran koi tingkat nasional di Jepang. Setelah 20 tahun penantian akhirnya muncul lagi jenis Showa juara. Koi ini dikenal sebagai Dainichi Showa. Setelah bertahun-tahun eksperimen, akhirnya muncul juga Showa yang mempunyai shiroji lebih banyak di tubuhnya.

Tak dinyana juga bahwa Showa akhirnya mempunyai ukuran badan yang memadai untuk memenangkan kejuaraan. Padahal bila dibandingkan dengan Kohaku dan Sanke, Showa agak sulit untuk tumbuh besar dan kuat. Pola di tubuh koi Showa cenderung lebih fleksibel dibandingkan koi jenis lain.

Tiap-tiap koi dinilai berdasarkan kesan menyeluruh, bukan hanya dengan melihat kesesuaian tiga warna mereka. Memang susah mendapatkan Koi Showa yang benar-benar matang. Lebih susah dari jenis Sanke dan Kohaku sekalipun. Hal negatif yang umum ditemui adalah hi yang kurang tegas di bagian sirip belakang hingga bagian sirip ekor, meskipun koi tersebut sebenarnya terlihat indah dari kepala hingga sirip belakang. Kesan awalnya mungkin bagus karena Showa mengandalkan kontras warna. Tetapi untuk memenangi sebuah kejuaraan, ia harus menunjukkan penampilan prima yang merata, dari hidung hingga ekor.

Warna dan Pola Koi Jenis Showa Sanshoku

Awalnya Showa Sanshoku, atau showa adalah istilah yang diterapkan pada koi yang memiliki warna dasar hitam dengan tanda merah dan putih. Definisi ini membingungkan bagi pemula, karena showa modern menunjukkan bahwa ia juga memiliki tubuh putih dengan tanda merah dan hitam, seperti koi jenis Taisho Sanke. Gambar berikut menunjukkan pola warna dan corak serta jenis Show Sanshoku

Jenis Koi Showa

Perbedaan antara Taisho Sanke dan Showa Sanke

Sanke memiliki pola hitam merah dan kecil di atas dasar putih, sedangkan Showa memiliki pola merah dan putih dikombinasikan dengan daerah hitam besar. Pada Sanke, sumi (corak warna hitam) cenderung berupa bintik-bintik umumnya terbatas pada tubuh di atas garis lateral, sedangkan pada Showa, suminya berupa garis-garis yang relatif lebih besar yang ‘membungkus’ di sekitar tubuh hingga bawah garis lateral serta meluas ke kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *