Mengenal Aeromonas pada Ikan Koi dan Cara pengobatannya

Sebagai hobist ikan koi, kita tentu sudah nggak asing dengan istilah atau kata-kata Aeromonas, jika masih asing atau baru dengar kata ini, berarti bisa dipastikan, kita masih baru dalam memelihara Koi atau masih kurang dalam informasi perawarab Koi. Apakah Aeromnasi ini adalah sebuah penyakit?

Aeromonas adalah nama bakteri, ingat!!! nama bakteri, bukan nama penyakit, ini yang orang sering salah kaprah dengan Aeomonas ini. Jadi Aeromonas adalah nama bakter dan sayangnya, walapun namanya cukup keren, Aeromonas termasuk jenis bakteri patogen yaitu bakteri penyebab penyakit pada pada ikan. Aeromonas ini banyak jenisnya, menurut para ahli yang udah meneliti bakteri ini, Bakteri Aeromonas ada sekitar 20-an jenis, dan salah satu yang paling sering mengganggu ikan koi kesayangan kita bernama Aeromonas Hydrophila.

Aeromonas Hydrophila

Aeromonas Hydrophila, sesuai namanya yakni Hydrophila, hidup di air tawar dan bentuknya seperti batang dan memiliki satu flagel (semacam ekor untuk bergerak), ukuran diameternya berkisar 1 – 3 mikro meter, dengan panjang sekitar 1 – 3,5 mikro meter, hidup pada suhu kisaran 28 drajat celcius. Aeromonas Hydrophila menyebar melalui banyak media seperti kotoran burung, saluran pencernaan hewan darat, amphibi (kodok, katak, dll) dan reptil.

Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Koi
Aeromonas Hydrophila

Penyakit pada Koi yang disebabkan Aeromonas Hydrophila

Karna memang Aeromonas Hydrophila ini adalah patogen jadi sudah menjadi sifatnya sebagai pembawa penyakit, Aeromonas Hydrophila diindentifikasi berkaitan erat dengan beberapa penyakit pada koi seperti, busuk ekor (fin rot), busuk sirip (fin rot), borok (ulcer), busuk pada insang dan juga organ-organ dalam seperti lambung dan usus.

Gejala atau Tanda-tanda Koi yang terinfeksi Aeromonas

Gejala yang timbul jika ikan koi terkena bakteri ini ini seperti ada bercak merah ditubuh koi, semacam urat-urat merah, apalagi sampai ada luka atau borok, air kolam jadi berlendir (berbusa) dan bau anyir-amis, koi mulai diam mengambang (tidak di permukaan air juga tidak di dasar kolam) atau diam di dasar kolam siripnya dilipat, koi tidak nafsu makan padahal sebelumnya lahap, perut kelihatan buncit atau bengkak, dikulit mulai muncul putih-putih (jamur), hal yang seperti ini lah kemungkinan besar koi kita sudah mulai terinfeksi bakteri Aeoromonas.

Koi yang terinfeksi Aeromonas
Koi yang terinfeksi Aeromonas

Bagaimana Cara Aeromonas Hydrophila Menginfelsi Ikan Koi?

Proses invasi bakteri patogen Aeromonas hydrophila kedalam tubuh host adalah diawali dengan melekatnya bakteri pada permukaan kulit dengan memanfaatkan pili, flagela dan kait untuk bergerak dan melekat kuat pada lapisan terluar tubuh ikan yaitu sisik yang dilindungi oleh zat kitin. Selama proses berlangsung bakteri Aeromonas hydrophila memproduksi enzim kitinase yang berperan dalam mendegradasi lapisan kitin sehingga bakteri dapat dengan mudah masuk kedalam host. Selain memanfaatkan kitinase bakteri Aeromonas hydrophila juga mengeluarkan enzim lainnya seperti lesitinase dalam upaya masuk kedalam aliran darah (Mangunwardoyo et al., 2010).

Prosedur Karantina dan Pengobatan Koi yang terinfeksi Aeromonas

Lalu bagaimana jika koi kita sudah didiagnosis terkena aeromonas? Dengan asumsi, kolam adalah kolam filter dan mudah menangkap ikan, maka langkah pertama adalah :

  1. Siapkan bak karantina, bisa pakai bak ukur, ember besar, steoroform, atau akuarium, ukuran panjangnya minimal 1,3 kali panjang ikan, lebarnya cukup buat koi mbelok, dan tinggi (air) kira-kira 30 – 40 cm.
  2. Isi bak karantina dengan air kolam sampai setinggi 30 – 40cm, kasih heater dengan suhu 30 drajat celcius, dan aerasi yang kuat.
  3. Ambil serok ikan, tangkap pelan-pelan koi yang sakit, sebisa mungkin koi jangan sampai meronta-ronta karna bisa stress dan memperburuk keadaan.
  4. Masukkan koi yang sakit tadi ke dalam bak karantina, beri obat sebagai berikut: Antibiotik bisa tetracycline tablet 500mg atau amoxicillin 500mg dengan dosis 1 butir sehari, diberikan setengah pagi lalu setengah sore, fungsi antibiotik adalah mengobati luka sekaligus mencegah infeksi bakteri; tambahkan juga garam ikan sebanyak 3kg per ton air yang fungsinya meringankan kerja insang dan metabolisme ikan. Ganti air sehari sekali sebanyak setengahnya, ulangi pengobatan selama tiga hari. Setelah itu biarkan ikan tetap di bak karantina, matikan heater, ganti air saja setengahnya setiap hari, sampai kira-kira 2/3 hari, jika ikan sudah tampak sehat, bisa dkembalikan ke kolam.

Lalu bagaimana dengan ikan lain yang ada dikolam dan masih tampak sehat???

Untuk ikan yang masih berada dalam kolam cukup lakukan backwash kolam, ganti air seperempat atau setengah kolam, lalu tambahkan vitamin B complex dan C ke dalam pakan, agar daya tahan tubuh ikan meningkat, kasih makan koi seperti biasa, dan perhatikan jika masih ada ikan yang sakit, jika ada yang sakit, lakukan prosedur karantina diatas.

Penutup, bagaimanapun juga aeromonas hidup di air, dan disitulah mereka hidup bersama koi-koi kita, satu-satunya cara agar bakteri ini tidak menginfeksi koi adalah dengan merawat air kolam dan menjaga ikan koi kita tidak stress, lakukan backwash secara rutin, beri pakan secukupnya, tambahkan vitamin agar daya tahan tubuh koi baik, dan lakukan prosedur karantina untuk ikan-ikan baru yang akan masuk kolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *