Cara Budidaya Ikan Nila Dengan Benar Dijamin Tidak Akan Rugi

1-cara-budidaya-ikan-nila-2

Budidaya ikan memang menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi jika Anda membudidayakan ikan nila, dijamin Anda tidak akan menyesal. Ya, diantara berbagai macam jenis ikan lainnya, ikan nila merupakan ikan yang paling mudah tumbuh dan berkembangbiak. Ikan nila ini dapat tumbuh hingga mencapai 1 kg per ekornya. Besar bukan? Harga jual yang tinggi ditambah dengan proses panennya yang relative cepat, membuat bisnis budidaya ikan nila ini menjadi favorit para peternaknya.

Selain itu, ikan nila juga termasuk ke dalam ikan yang mudah sekali untuk dibudidayakan dengan beragam cara, misalnya saja dibudidayakan dengan jaring apung, kolam, sawah, keramba, bahkan sampai di kolam berair payau. Bagi pemula yang ingin belajar membudidayakan ikan nila ini tidak perlu khawatir, karena informasi mengenai cara budidaya ikan nila yang benar akan membantu Anda.

  1. Kenali masa perkembangbiakan ikan nila

Cara budidaya ikan nila yang pertama adalah Anda harus mengetahui masa perkembangbiakan ikan nila. Ikan nila disebut sudah dewasa saat umurnya menginjak 4-5 bulan. Ikan nila ini akan berkembangbiak saat usianya sudah menginjak 1,5-2 tahun. Disaat ikan nila berumur 1 tahun beratnya akan mencapai 800 gram dan di masa ini ikan nila dapat mengeluarkan 1200-1500 larva/telur di dalam satu kali pemijahan. Pemijahan ini dapat dilakukan selama 6-7 kali dalam setahun. Sebelum terjadi pemijahan, ikan nila jantan akan membuat sarang di dasar perairan dan kawasan tersebut akan dijaga secara ketat. Pada musim perkembangbiakan ini ikan nila jantan akan lebih agresif daripada biasanya.

cara-budidaya-ikan-nila

  1. Pahami kebiasaan makan dari ikan nila

Ikan nila dapat digolongkan menjadi hewan pemakan segalanya atau dalam bahasa ilmiah disebut Omnivora. Ikan nila dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan makanan hewani maupun nabati. Plankton dan lumut adalah makanan ikan nila saat masih berupa benih, di saat usianya sudah dewasa dapat diberi makanan tambahan seperti pelet ataupun daunt alas.

Yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan cara budidaya ikan nila ini adalah pertumbuhan dari ikan nila ini sangat berpengaruh dengan adanya perubahan fisika, kimia, dan juga interaksinya. Di saat musim hujan lebat maka produksi dari tanaman air yang ada di kolam ikan nila akan berkurang, secara otomatis pertumbuhan ikan nila juga akan terganggu. Ikan nila akan cepat berkembang jika di letakkan di dalam kolam air yang dangkal, pasalnya tanaman air seperti ganggang akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan kolam air yang dalam.

Kolam yang dibuat dengan menggunakan pupuk organik ataupun pupuk kandang dapat membantu pertumbuhan dari ikan nila menjadi lebih cepat. Diantara ikan nila jantan dan betina memiliki perbedaan, dimana ikan nila jantan memiliki pertumbuhan lebih cepat 40% dibandingkan dengan ikan nila betina, apalagi jika pemeliharaannyamenggunakan kolam yang berbeda yaitu dengan menggunakan system monosex.

  1. Pembenihan ikan nila

Untuk melakukan cara budidaya ikan nila ini, Anda harus menyiapkan dua kolam yang digunakan untuk pembenihan ikan, kolam pertama digunakan untuk pemijahan dan kolam yang kedua digunakan untuk pendederan. Kedua kolam tersebut sebaiknya dibuat dengan menggunakan pematang yang kuat dan tidak merembes. Ketinggian dari pematang kolam minimal 30 cm dari permukaan air serta memiliki luas kolam masing-masing 300 m2. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu kelancaran sumber air yang mengalir ke kolam, keamanan dari hewan pemangsa ikan seperti kucing, burung hantu, anjing, dan lain-lain, kolam bebas dari pohon yang tinggi dan rindang agar masuknya sinar matahari tidak terhalang.

Induk dari ikan betina memiliki berat rata-rata 300 gram setiap ekornya. Sedangkan perbandingannya ikan nila jantan dan betina yang akan dilakukan pemijahan yaitu 3:1 dengan padat tebar 3 ekor per m2. Setiap harinya ikan nila harus diberikan makan sebanyak 3 kali, dengan pellet sebanyak 2% dari berat ikan nila.Induk dari ikan nila ini seharusnya didatangkan dari instansi yang sudah melewati tahap seleksi dan pemuliaan calon induk, sehingga induk ikan nila memiliki kualitas yang baik.

Induk ikan nila betina memiliki tingkat kematangan telur setiap 45 hari.Pada tahap awal, setiap induk ikan betina menghasilkan telur atau larva sebanyak 250-300 ekor dan jika ditimbang beratnya mencapai 300 gram.Setiap 900 gram bertambah beratnya ikan nila, maka produksi larvanya juga akan semakin meningkat sebanyak 900 ekor larva. Setelah proses pemijahan ini selesai dengan siklus waktunya 45 hari, maka induk-induk ikan nila betina akan diberikan istirahat dan letaknya akan dipisahkan dari ikan nila jantan. Waktu istirahat ini diberikan kira-kira 3-4 minggu dan dalam masa ini ikan nila betina akan diberikan pakan yang mengandung protein di atas 35%.

Setelah dua minggu dari proses istirahat dan pemisahan ini, biasanya induk-induk ikan nila betina akan beranak dan menghasilkan larva-larva yang keberadaannya masih dalam pengasuhan induknya. Larva-larva tersebut diambil dengan cara diserok menggunakan serokan kain halus. Setelah diserok, larva-larva ini ditampung di dalam happa yang memiliki ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva ini dilakukan secara bertahap dari pagi hingga sore,dan diusahakan dalam sehari penyerokan ditampung ke dalam minimal satu happa.

cara-budidaya-ikan-nila-3

  1. Jantanisasi dari benih ikan nila

Untuk mendapatkan benih ikan nila yang memiliki kelamin jantan, maka harus dilakukan proses jantanisasi. Untuk melaksanakan jantanisasi, Anda perlu menyiapkan happa yang berjumlah 24 dengan ukuran masing-masing 2 x 2 x 2 m3 yang dimasukkan ke dalam kolam dengan luas kira-kira 400 m2 dan memiliki kedalaman minimal air 1,5 m. masing-masing happa dapat diisi larva sebanyak 20.000-30.000 ekor larva. Larva tersebut diberi makan berupa campuran hormone 17 Alpha methyl Testosteron dengan tepung hingga masa pemeliharaan selama 17 hari.

Cara budidaya ikan nila selanjutnya yaitu dengan memasukkan ikan nila yang sudah dijantanisasi ke dalam kolam pendederan yang berukuran 200 m2. Sebelum ikan dimasukkan, kolam pendederan harus dikeringkan, dikeruk lumpurnya, dimasukkan kapur sebanyak 50 gram/m2, dan diberi pupuk dari kotoran ayam 250 ram/m2. Setelah terjadi pemupukan dan pengapuran, isilah air hingga mencapai ketinggian 70 cm, genangi air hingga 3 hari lamanya, tambahka pupuk urea dan TSP sebanyak 2,5 gram/m2 dan 1,25 gram/m2. Setelah tujuh hari pengisian air, ikan hasil jantanisasi baru dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m2.

1-cara-budidaya-ikan-nila-2

Setelah dipelihara selama 21 hari dan ikan mencapai berat rata-rata 1,25 gram serta panjang mencapai 3-5 cm, barulah ikan dapat segera dipanen. Gunakan jaring eret untuk memanen dan setelah ikannya sedikit lakukanlah pengeringan air.

Itulah cara budidaya ikan nila yang benar dan cepat, semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahuan Anda. Selamat mencoba dan semoga cara ini dapat menghasilkan keuntungan yang banyak untuk Anda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*